Keluarga Kita

Karya: Cahyani Wijayanti 

Keluarga...
Itulah tempat perlindungann kita
Di saat musuh menyerang
Berlindunglah dalam hangatnya keluarga 

Keluargalah sumber inspirasi
Kekuatan terbesar dalam hidup ini
Ditemukan dalam keluarga
Dialami dalam cinta kasih keluarga

Mungkin tak ada pertalian saudara
Namun keluarga itu cakupannya luas
Tak hanya dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan kita
Tapi semua orang bisa menjadi keluarga kita

Bukalah matamu selebar mungkin
Pertajam pendengaranmu
Bertanggung jawablah atas keluargamu
Yang telah menjadi bagian hidupmu

Mungkin kau pernah merasa tersakiti
Penolakan dalam keluarga
Namun...terimalah itu dengan ikhlas
Sebagai alat pembentukan karaktermu
Menjadi pribadi yang lebih kuat dan mulia

Menaburlah untuk keluargamu
Sekalipun nampaknya sia-sia
Tetaplah menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Niscaya suatu saat nanti kau akan menuai dengan sorak-sorai

Konklaf 2013: Belum Ada Eleksi Paus di Pertemuan Hari Kedua Sidang Pra-Konklaf


sidang pra konklaf
TANGGAL 5 Maret 2013 adalah pertemuan hari kedua anggota Dewan Kardinal dalam serangkaian sidang yang disebut ‘pra-konklaf’. Pada tahapan ini belum terjadi proses eleksi (pemilihan) Paus baru. Yang dibicarakan justru masalah-masalah teknis dan progam tatacara konklaf itu sendiri.
Jadi, agenda utama memilih Paus tidak terjadi pada sidang-sidang pra-konklaf ini. Maka dari, rumor bahwa Kardinal Scola Angelo yang kini menjadi Uskup Agung Milan sudah terpilih menjadi Paus tentu saja tidak bisa dikategorikan sebagai berita benar. Sekalipun, hoax itu di milis-milis BBM dikatakan memakai sumber RAI, jaringan televisi Italia.
Pada hari kedua sidang pra-konklaf ini, semakin banyak kardinal datang ke Vatikan untuk mengikuti konklaf. Menurut jurubicara Vatikan Pastur Thomas Rosica kepada CNN, setidaknya masih akan ada 8 kardinal lagi yang akan datang pada hari-hari mendatang. Ke-8 kardinal ini punya hak dan kans sama menjadi Paus lantaran usia mereka di bawah 80 tahun.
Total jenderal, jumlah kardinal elector dalam konklaf ini akan sebanyak 115 orang. 
Belum diputuskan kapan Konklaf

Konklaf 2013: Paus Baru, bukan Soal Siapanya tapi Gereja Butuh Siapa? (1B)

Vatikan Tugu
PERTANYAAN kritis berupa gugatan bahwa Gereja Katolik Semesta sebaiknya jangan lagi berkiblat di Eropa kini semakin nyaring gaungnya menjelang konklaf pertengahan Maret 2013 ini. Belum lagi kalau harus mengingat pernyataan tegas mendiang Beato Paus Yohannes Paulus II tahun 1999 silam saat melawat ke New Delhi, India: “Millenium Ketiga nantinya akan berpusat di Asia”.
Ungkapan itu bergema kencang, saat Bapa Suci Yohannes Paulus II menutup Sidang Sinoda Para Uskup Asia. Dan gema senada kembali dia kumandangkan tahun 2004 ketika dia mengucapkan pernyataan-pernyataan berikut ini:
“Ayo Asia, bangkitlah dan menjadi bagian dari kami. Asia, inilah tugas  utama kita menyongsong datangnya Millenium Ketiga mendatang”.
Gereja Katolik di Asia memang tidak boleh dianggap enteng oleh Vatikan. 
Asia, masa depan Gereja Katolik Semesta
Mengapa? Selain karena jumlah umat katolik semakin banyak –meski tetap menjadi kelompok minoritas di banyak negara di kawasan Asia—namun jangan pernah lengah melihat fakta berikut ini: jumlah panggilan hidup religius tetap membuncah riah.
Panggilan hidup menjadi imam, bruder dan suster di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara –termasuk Indonesia—tetap menempati angka tinggi. Bahkan boleh dibilang, dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara inilah, gelombang misionaris asing pada era Millenium Kedua sudah terjadi.
Banyak pastur asal Indonesia kini sudah menjadi pastur paroki di beberapa negara di Eropa sebagai misionaris. Tak terkecuali, mereka juga menjadi pelayan Tuhan di beberapa negara Afrika, Amerika Latin, Bangladesh dan Srilanka.

Konklaf 2013: Paus Baru, bukan Soal Siapanya tapi Gereja Butuh Siapa? (1A)

Gereja Del Gesu doa

Sidang pra-konklaf untuk memilih Paus baru pengganti Paus Benedictus XVI rupanya sudah mengerucut pada sebuah isu/persoalan besar di depan mata. Para kardinal yang jumlahnya 115 yang punya hak untuk memilih sudah diwanti-wanti oleh carmelenggo penjabat kekuasaan Tahta Suci selama sede vacante atas satu-dua isu penting.

Pertama,  agar mereka lebih focus pada poin tantangan dan persoalan besar apa yang kini dan akan dihadapi Gereja Semesta mendatang daripada hanya berfokus pada siapa yang layak jadi Paus mendatang.

Petuah Terakhir Benediktus XVI

Paus-Mundur
Paus Benediktus XVI menyampaikan petuah terakhirnya di hadapan puluhan ribu umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus.
Ratzinger demikian nama Paus Benediktus XVI, menyapa para peziarah yang sudah sejak pukul 07.00 pagi waktu Roma, sudah memenuhi Via della Conciliazione, ruas jalan panjang membujur dari Lapangan Santo Petrus hingga sungai Tiber.
Sebagaimana diutarakan Pastor Markus SVD langsung dari Roma mengungkapkan Lapangan Santo Petrus seperti digenangi lautan manusia. Para peziarah melambai-lambaikan berbagai bentuk dan ragam spanduk dengan tulisan bermacam-macam, seperti “Grazie Santo Padre” (Terima kasih Bapa Suci), atau “Arrivederci” (Sampai jumpa lagi), atau “Perga per noi” (doakan kami), dan berbagai tulisan dalam berbagai bahasa.
Para peziarah pun tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Benedetto”, nama Sri Paus dalam bahasa Italia. Kadang pula terdengar teriakan “Viva il Papa” dan diikuti oleh paduan suara campur yang menggetarkan suasana pagi ini.

Paus Benedictus XVI Mundur: Inilah Tiga Calon Kardinal Baru Indonesia

 
Kardinal Julius Darmaatmadja SJ senyumSUDAH jelas dan pasti bahwa Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja SJ (77) tidak akan datang ke Vatkan mengikuti konklaf karena daya penglihatannya semakin menurun.  Ini membuat wakil dari Gereja Katolik Indonesia tidak ada dalam perhelatan penting dalam sejarah Gereja Katolik Semesta ini.
Pertanyaannya, kalau begitu lantas harus bagaimana?
Sumber penting Sesawi. Net di kalangan hirarki Gereja Katolik Indonesia menyebutkan, dalam waktu dekat ini diharapkan sudah ada nama kardinal baru untuk Indonesia. Selain untuk mengisi ‘kekosongan’ perwakilan Indonesia untuk koklaf yang akan berlangsung pertengahan Maret 2013 ini, urgensi mendapatkan kardinal baru untuk Gereja Katolik Indonesia ini juga penting karena kondisi kesehatan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ yang kurang prima saat ini.
Nah, siapakah para uskup kita yang dianggap paling berpotensi mendapatkan ‘gelar kehormatan’ dari Tahta Suci  sebagai kardinal ini?
Sekali lagi, sumber penting ini mengatakan bahwa saat ini ada setidaknya tiga uskup di belahan daratan Pulau Jawa yang sudah ‘dilirik” Vatikan untuk segera bisa diumumkan sebagai kardinal baru untuk Indonesia.
Ketiga uskup di Tanah Jawa ini, kata sumber penting ini,  adalah Uskup Agung  Diosis Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo Pr, Uskup Agung Diosis Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta Pr, dan Uskup Diosis Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ.
Mari kita bahas sedikit tentang probabilitas ketiga uskup di Tanah Jawa ini dengan perspektif “kepentingan umum” Gereja Katolik Indonesia, Vatikan, dan peta politik dalam negeri serta hubungan bilateral Indonesia-Vatikan.

Melibatkan Tuhan dalam Hidup Kita

Dengan TuhanPERNAHKAH Anda merasa ada sesuatu yang hilang dari hidup Anda? Saya rasa Anda pernah mengalami hal ini. Apalagi ketika Anda merasa Tuhan jauh dari hidup Anda, Anda pasti akan mencari dan menemukannya.
Suatu hari, seorang gadis merasa galau dalam hidupnya. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan ia merasa galau. Kegalauan itu menguasai dirinya seharian penuh. Ia menjadi bingung, karena baru kali itu ia merasa diri dikuasai kegalauan itu. Ia terus berusaha mencari penyebab kegalauan yang timbul dalam hatinya.
Setelah lama merenung, gadis itu mendapatkan jawabannya. Selama ini, ia selalu berusaha sendiri. Ia merasa kuat untuk bekerja sendiri. Ia merasa bahwa apa yang dilakukan itu sudah benar. Tetapi sejatinya masih ada yang kurang dalam pekerjaannya. Masih ada yang tertinggal yang belum ia lengkapkan pada pekerjaannya.
Untuk itu, ia masuk ke dalam kamarnya. Di sana ia mengheningkan diri. Ia berusaha untuk bertemu dengan Tuhan dalam suasana hening itu. Ia memohon kepada Tuhan untuk melengkapi pekerjaannya. Ia berdoa, “Tuhan, bantu saya menyempurnakan pekerjaan saya. Dengan demikian, saya memperoleh ketenangan dalam hidup ini.”
Setelah berdoa dalam keheningan itu, ia melanjutkan pekerjaannya. Ia merasa bahwa Tuhan ikut terlibat dalam pekerjaannya. Tuhan campur tangan melalui rahmatNya. Tuhan tidak meninggalkan manusia bekerja sendirian. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pekerjaannya itu pun selesai dengan sukses.
Sahabat, banyak orang merasa cukup bekerja sendirian. Mereka merasa bahwa tenaga dan pikiran mereka sendiri mampu membawa mereka pada kesuksesan hidup. Karena itu, mereka tidak peduli terhadap bantuan orang lain. Mereka merasa orang lain menjadi pengganggu dalam pekerjaan mereka.
Kisah di atas mau mengungkap hal yang sebaliknya. Manusia tidak mampu bekerja sendirian. Manusia membutuhkan bantuan orang lain. Bahkan manusia membutuhkan rahmat demi rahmat dari Tuhan yang diimaninya. Gadis dalam kisah di atas merasa ada yang kurang. Ia sudah berjuang untuk meraih kesempurnaan dalam pekerjaannya, tetapi masih saya ada yang kurang. Yang kurang itu kemudian disempurnakan oleh Yang Tak Kelihatan, yaitu Tuhan. Tuhan menyentuhnya dengan rahmat demi rahmat, sehingga pekerjaan gadis itu menjadi sempurna.
Ungkapan ‘melibatkan Tuhan’ dalam kehidupan kita sudah tidak asing lagi bagi orang yang percaya. Melibatkan Tuhan dalam segala perkara. Melibatkan Tuhan dalam kehidupan rumah tangga. Melibatkan Tuhan dalam pekerjaan kita. Hal-hal ini mau mengatakan kepada kita bahwa kita manusia terbatas. Kita tidak bisa melakukan segala-galanya sendirian. Kita butuh bantuan dari Yang Tak Kelihatan bagi pekerjaan-pekerjaan kita.
Memang, Tuhan tidak bisa lihat dengan mata telanjang. Tetapi Tuhan bekerja seperti garam yang larut dalam sayuran yang kita makan. Tuhan bekerja diam-diam dan kita merasakan akibatnya. Untuk itu, yang dibutuhkan dari kita adalah hati yang terbuka menerima rahmat demi rahmat yang datang dari Tuhan. Dengan demikian, hidup kita menjadi sungguh-sungguh indah.
Santo Paulus berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan” (Roma 8:28). Tuhan memberkati.

Melayani


Melayani….
Membutuhkan pengorbanan
Jiwa…raga…. waktu…
Bahkan mungkin materi

Namun di atas semuanya itu

Perlu ketulusan hati
Tiada pamrih….
Tak mengharapkan balas budi
Meluap begitu saja
Terpancar indah menerangi kegelapan
Ketika melayani…
Ada saatnya kau menuai dengan sorak-sorai sukacita
Namun ada saatnya kau menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Saat itulah kan teruji motivasimu yang sesungguhnya
Apakah kau masih tetap mau melayani setiap saat?
Di saat kau diterpa badai kehidupan…
Di tengah padang gurun tandus…
Di saat kejenuhan melanda..
Maukah kau tetap setia
Masihkah kau tulus melayani…?
Semua kan teruji melewati lorong waktu..
Teruji bagaikan emas dalam dapur peleburan api…
Ya… semua kan teruji….

TUHAN ADALAH KEKUATAN DALAM HIDUP

tuhan bentengku2

APA yang akan Anda lakukan saat Anda berada dalam masa-masa yang sulit? Anda putus asa? Anda mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup Anda?
Beberapa waktu lalu terbetik berita seorang ibu menggantung anak kandungnya sendiri. Situasi ekonomi yang sulit menjadi penyebab perbuatan nekad ibu tersebut. Hidup ini seolah-olah tidak punya arti apa-apa lagi. Ia putus asa menghadapi hidup yang tidak menentu ini.
Tekanan hidup yang begitu besar membuat ia mengambil jalan pintas. Seutas tali menjadi keputusan untuk mengakhiri nyawa anaknya. Tentu saja tindakan ini bukan tindakan yang terpuji. Tindakan mengenyahkan nyawa orang lain merupakan tindakan melawan kehendak Tuhan. Yang dikehendaki Tuhan adalah manusia hidup damai dan bahagia. Yang dikehendaki Tuhan adalah manusia memelihara hidup dirinya dan sesamanya.
Sahabat, di masa-masa sukar seperti sekarang ini banyak orang mengalami tekanan hidup yang sangat berat. Banyak dari mereka yang mengalami frustrasi, kecewa dan putus asa. Akibatnya, orang mengambil tindakan bodoh mendahului tindakan Tuhan.
Orang kemudian tidak bisa mengandalkan Tuhan. Mereka lari meninggalkan Tuhan. Bahkan mereka menuduh Tuhan tidak peduli terhadap hidup mereka. Tentu saja hal ini tidak mencerminkan hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Bukankah Tuhan tetap memberikan perlindungan bagi hidup manusia? Bukankah Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia berjuang sendirian?
Kondisi terpuruk karena frustrasi, kecewa dan putus asa memudahkan orang untuk mengambil jalan pintas. Orang mengikuti bisikan si jahat untuk mengambil jalan pintas itu. Kehidupan yang damai hilang dari kehidupan ini. Orang tidak peduli lagi terhadap nilai-nilai kehidupan yang semestinya diperjuangkan terus-menerus. Akibatnya, mata orang menjadi gelap. Tidak ada lagi jalan untuk menyelamatkan kehidupan.
Tentu saja orang beriman adalah orang yang tegar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Mengapa orang beriman mesti tegar? Karena orang beriman memiliki Tuhan yang selalu menyertai perjalanan hidupnya. Seorang kudus mengatakan bahwa segala perkara dapat ia tanggung di dalam Tuhan yang memberi kekuatan kepadanya.
Inilah iman yang benar. Orang yang punya iman yang benar selalu mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Tuhan menjadi benteng hidupnya. Tuhan menjadi kekuatan bagi hidupnya. Tidak ada kekuatan lain yang dapat mengalahkannya, karena kuasa Tuhan tak tertandingi. Inilah iman yang mesti selalu dipegang teguh oleh orang beriman.
Karena itu,  berserah diri menjadi satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari rasa frustrasi, kecewa dan putus asa. Mari kita tingkatkan hidup iman kita kepada Tuhan. Kita move on dan move up untuk meninggalkan kesulitan-kesulitan hidup di belakang kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu sukacita dan damai. Tuhan memberkati.

Paus Benedictus XVI Mundur: Kardinal Julius Darmaatmadja SJ Putuskan tak Berangkat ke Konklaf

Kardinal Julius Darmaatmadja SJ senyumMENGAGETKAN memang, tapi ya apa boleh buat. Karena kesehatan mata beliau, maka Kardinal Julius Darmaatmadja SJ yang kini berusia 77 tahun memutuskan tidak akan berangkat ke Vatikan memenuhi undangan Tahta Suci untuk  Konklaf.
“Saya sudah mengundurkan diri sejak dua tahun lalu. Dan sekarang kesehatan saya makin menurun, terutama mata menjadi susah melihat,” kata beliau membuka wawancara melalui jaringan telepon ke selular pribadinya.
“Saya merasa diri sudah tidak wangun (pantas) pergi ke sana (Konklaf),” tandas mantan Uskup Agung Jakarta dan Uskup Agung Semarang ini mengenai keputusan pribadinya tidak akan melawat ke Vatikan untuk Konklaf.
Saat ini, sejak mundur dari jabatannya sebagai Uskup Agung Jakarta tahun 2010, Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja SJ sekarang ini mengisi hari-hari pensiunnya di Wisma Emmaus Girisonta, Karangjati, Ungaran Selatan, Semarang.

Paus Benedictus XVI Mundur: Kardinal Roger Mahony dari LA Jangan Ikut Konklaf


kardinal roger mahony 2
GEMA protes keras menjelang denting pemanggilan Konklaf pertengahan Maret 2013 makin kencang bertiup di kalangan umat katolik di Italia dan AS. Mereka memrotes kedatangan mantan Uskup Agung Los Angeles Kardinal Roger Mahony dan minta Vatikan agar tidak mengizinkan Mahony datang menuju meja Konklaf.
Bahkan, laporan dari internal Vatikan ikut membuat gema protes ini bergaung lebih keras lagi ketika seorang kardinal Vatikan ikut bersuara agar Kardinal Roger Mahony sebaiknya tinggal di rumah saja.
Apa salah Kardinal Roger Mahony ini sehingga palang besar mesti disiapkan guna menghadang kedatangannya menuju ruang Konklaf?
Sebagai pribadi, tentu saja Kardinal Roger Mahony tidak melakukan sebuah kejahatan, apalagi  kejahatan pidana seperti perilaku penyimpangan seksual. Namun sebagai Uskup Agung Diosis Los Angeles, dia dituduh diam seribu bahasa oleh para penggugat dan penuntut hukum yang mempersalahkan dia sebagai “orang yang tidak bertanggungjawab” atas perilaku amoral para pastur di diosisnya yang melakukan perilaku asusila terhadap anak-anak.
Diam atau tidak berbuat sesuatu yang signifikan misalnya menghukum para pastur bejat inilah delik aduan untuk menyalahkan Kardinal Roger Mahony selaku Uskup Agung Los Angeles kurun waktu tahun 1985-2011. Karena desakan publik ini pula, Tahta Suci kemudian melengserkan Kardinal Mahony sebagai Uskup Agung LA dan  kemudian digantikan oleh Mgr. Jose Gomez sekarang.
Sebelum gaung protes ini bergema meriah, Uskup Agung LA yang baru Mgr. Jose Gomez sendiri sudah tegas menjelaskan bahwa Kardinal Mahony sudah tidak punya ‘tugas dan kewajiban publik’ apa pun karena secara hukum dia sudah bukan lagi Uskup Agung LA. Dia juga terpaksa dilengserkan dari jabatannya setelah muncul laporan pengadilan setebal 14 ribu halaman yang berisi ‘peran penting’ Kardinal Mahony dan para pastur lainnya yang terlihat sengaja menyembunyikan berbagai kasus pedofilia di keuskupannya.
Uskup Agung Diosis LA sekarang Mgr. Jose Gomez sendiri menyebut laporan pengadilan itu sebagai “bacaan yang mengerikan”.
Masalahnya beda dilihat dari perspektif lain.

Paus Benedictus XVI Mundur: Saatnya Bicara tentang Konklaf (13A)

koklaf cerobong asap 3

SETELAH hiruk-pikuk berita mengenai isu imunitas Kardinal Joseph Ratzinger selepas lengser keprabon sebagai Uskup Roma sekaligus Paus, kini ada saatnya kita bicara tentang konklaf. Acara penting dengan agenda utama memilih Paus baru ini sudah direncanakan harus digelar selambat-lambatnya pertengah Maret 2013.
Mari kita bahas tahapan konklaf:
1. Vatikan memanggil semua Kardinal
Hal pertama-tama yang harus dilakukan Vatikan adalah memanggil semua Kardinal dari seluruh dunia untuk segera datang menghadiri hajatan gerejani maha penting ini. Kardinal ini resminya bukan sebuah ‘jabatan hirarkis’, melainkan lebih merupakan sebuah ‘gelar kehormatan’ yang dianugerahkan Tahta Suci kepada para pastur dengan kualifikasi bermartabat, suci, dan loyal kepada Vatikan.
Untuk menjadi seorang kardinal, Vatikan-lah yang punya ‘kuasa’ untuk menetapkan seorang imam apakah dianggap layak dinobatkan menjadi ‘pangeran’ Vatikan ini. Jadi, kardinal tidak selalu harus diberikan kepada seorang uskup yang memerintah sebuah wilayah gerejani ( diosis) tertentu.
Kardinal juga bukan sebuah ‘gelar’ yang diperoleh dari sebuah tahbisan. Monsinyur biasanya ditambahkan kepada seorang uskup lantaran mendapat tahbisan uskup. Tidak ada tahbisan kardinal. Namun, bisa juga seorang pastur ‘biasa’ lalu mendapat panggilan titular sebagai Monsinyur karena posisi jabatan atau kerja fungsionalnya yang strategis berikut jasanya yang gemilang bagi Gereja.
Di Indonesia, titel Monsinyur titular diberikan kepada Mgr. V. Kartasiswaja Pr, mantan Sekretaris Jenderal  MAWI (Majelis Waligereja Indonesia), kini menjadi KWI. Mgr. V. Kartasiswaya beberapa tahun lamanya menjadi ‘orang penting’ di  KWI, setelah sebelumnya menjadi dosen hukum Gereja di Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta.
Kini, Mgr. V. Kartasiswaya yang sudah sepuh meniti hari-harinya di Domus Pacis –wisma romo-romo sepuh- di Yogyakarta.
Untuk urusan konklaf pertengahan Maret mendatang, Vatikan hanya akan mengundang Kardinal Julius Darmaatmadja, mantan Uskup Agung Jakarta dan Semarang. Sekalipun menjabat Ketua KWI, Vatikan tidak akan mengundang  Mgr. Ignatius Suharyo Pr datang menghadiri konklaf, karena beliau bukan seorang Kardinal.

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2013 – KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

 SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2013
(dibacakan sebagai pengganti kotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 9/10 Februari 2013)

 “MAKIN BERIMAN, MAKIN BERSAUDARA, MAKIN BERBELARASA”

Lambang_Uskup_Agung_Jkt_Mgr_Ign_SuharyoPara Ibu dan Bapak,
Suster, Bruder, Frater,
Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1. Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada saudari/saudara yang merayakannya. Kita semua tahu, Tahun Baru Imlek pada mulanya berkaitan dengan syukur para petani atas datangnya musim semi, musim yang indah dan menjadi lambang munculnya kembali kehidupan setelah musim dingin yang beku. Kalau pun tidak semua dari antara kita merayakan Tahun Baru Imlek, bolehlah kita semua ikut masuk ke dalam suasana sukacita dan syukur atas berseminya harapan akan masa depan baru, berkat pembaharuan hidup.
2. Sementara itu bersama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang, kita akan memasuki masa Prapaskah, dengan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan kita masing-masing sebagai pribadi, sebagai keluarga maupun sebagai komunitas. Prapaskah adalah masa penuh rahmat, ketika kita bersama-sama mengolah pengalaman-pengalaman dan mengusahakan pembaharuan hidup agar dapat semakin mantap dan setia mengikuti Yesus sampai sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Untuk kepentingan masa Prapaskah tahun ini, sudah disediakan sarana-sarana pembantu antara lain buku yang berjudul “Retret Agung Umat – Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa”. Semoga bahan-bahan yang sudah disediakan ini, dapat membantu seluruh umat untuk membuat masa Prapaskah semakin bermakna dan berbuah.
3. Kisah panggilan Simon yang dibacakan pada hari ini (Luk 5:1-11) memberikan kepada kita contoh bagaimana kita dapat mengusahakan dan mengalami pembaharuan hidup. Pembaharuan itu ditunjukkan dalam perubahan nama yang disandang oleh Simon. Pada awal kisah, nama yang dipakai untuk menyebut dirinya adalah Simon (ayat 3.4.5). Dalam perjalanan waktu nama itu berubah: ia disebut Simon Petrus (ayat 8). Kita semua tahu, dalam Kitab Suci, perubahan nama adalah tanda perubahan pribadi berkat pembaharuan hidup. Pembaharuan hidup itu tampak juga dalam cara Simon menyapa Yesus: ketika ia tampil sebagai Simon, Yesus ia panggil dengan julukan Guru (ayat 5). Sementara ketika ia tampil sebagai Simon Petrus, Yesus ia sebut dengan gelar Tuhan (ayat 8). Artinya, pembaharuan hidupnya terjadi berkat pengalamannya akan Yesus. Yesus ia alami bukan lagi sekedar sebagai Guru yang mengajar, tetapi sebagai Tuhan yang menguasai dan menyelenggarakan kehidupan.

Yang Mulia Paus Benediktus XVI mengumumkan Pengunduran Dirinya secara resmi Akhir Bulan ini

Paus Benediktus XVI mundur, Yang Mulia Paus Benediktus XVI, mengumumkan, Pengunduran Dirinya secara resmi, Akhir Bulan ini
Kabar mengejutkan baru kita terima kemarin yaitu Yang Mulia Tercinta Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya. Di berbagai situs berita internasional kabar pengunduran diri Paus ini mengundang rasa heran dan berbagai pertanyaan muncul.
Namun jika dipahami secara keseluruhan, pengunduran diri Paus Benediktus ini dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatannya yang semakin menurun. Benediktus mulai menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik tahun 2005. Paus terakhir yang mengundurkan diri adalah Paus Gregorius XII pada tahun 1415.
Berikut adalah isi pidato Paus Benediktus hari ini seperti yang dimuat di Radio Vatikan
Saudara (i) yang saya kasihi,
Saya menghimpun anda sekalian pada konsistori (pertemuan) ini bukan saja untuk tiga kanonisasi tapi juga untuk mengumumkan kepada anda semua akan keputusan yang sangat penting bagi kehidupan Gereja.
Setelah berulang kali memeriksa batin saya di hadapan Tuhan saya akhirnya sampai pada keyakinan bahwa kekuatan saya, yang karena usia yang semakin lanjut, tidak lagi cocok untuk menjalankan tugas pelayanan yang diwariskan oleh St Petrus ini.